Postingan

Analisis Intelijen : Metode Kualitatif dan kuantitatif

  Menurut Thomas Fingar, tujuan analisis intelijen adalah untuk mengevaluasi, mengintegrasikan, dan menafsirkan informasi untuk memberikan peringatan, mengurangi ketidak pastian, dan mengidentifikasi peluangan. [1] Analisis intelijen menggunakan dua metode : analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif berupaya menjawab pertanyaan atau memecahkan masalah yang tidak mudah dipecah menjadi variabel yang dapat dikuantifikasi. Oleh karena itu analisis kualitatif paling sering digunakan dalam intelijen politik, militer, dan peringatan dini. Analisis kuantitatif, yang menggunakan variabel yang lebih mudah diukur, umumnya berupaya untuk menyelesaikan masalah intelijen atau teknis. Dari keduanya, analisis intelijen kualitatif, jika dilakukan dengan hati-hati, bisa memberikan informasi yang paling berguna bagi para pembuat kebijakan nasional. [2] Analisis analisis intelijen kualitatif berhubungan dengan jumlah variabel tak terbatas yang tidak mungkin untuk dioperasio...

IMPLEMENTASI INTELIJEN

  Fungsi intelijen dalam tataran operasional berwujud dalam tiga macam aktivitas utama yang dibagi berdasarkan ancaman keamanan yang dihadapinya. Ketiga macam aktivitas tersebut adalah : pertama , mengawali ketika potensi Gangguan (PG) muncul, kedua , menyertai ketika munculnya Ambang Gangguan (AG); dan ketiga , mengakhiri ketika muncul Gangguan Nyata (GN). [1] Kegiatan intelijen secara internal berangkat dari mendahului, menyertai, mengakhiri kegiatan, dan operasi Polri. Oleh karena itu, intelijen bergerak mulai dari adanya fenomena sampai menjadi kenyataan adanya kejahatan. Artinya, mulai dari potensi ada gangguan (PG), kemudian disusul dengana adanya gangguan nyata (GN) yang berbentuk kejahatan. [2] Serupa dengan jenis aktivitas tersebut, yaitu model PG, AG dan GN, maka ada pula istilah lama mengenai hakikat ancaman ( thread ), yaitu Faktor Korelatif Kriminologen (FKK), kemudian apa yang disebut Police Hazard (PH), dan Ancaman Faktual (AF). [3] Deteksi dalam fungsi inteli...

Informasi Intelijen

  Informasi adalah keterangan, pernyataan, gagasan, dan tanda-tanda yang mengandung nilai, makna, dan pesan, baik data, fakta maupun penjelasannya yang dapat dilihat, didengar, dan dibaca yang disajikan dalam berbagai kemasan dan format sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara elektronik ataupun nonelektronik. [1] Informasi yang baik akan meminimalisir kejutan, meningkatkan kebebasan dalam bertindak, dan memperkuat dari siratan informasi, daari intelijensi bersumber umum, dari sumber manusia yang sengaja maupun tidak sengaja, dan dari pengintipan secara elktronik. [2] Informasi Intelijen dikumpulkan dengan penuh kesadaran bahwa pihak lawan juga melakukan hal yang sama.     [1] .   Peraturan Kepala Badan Intelijen Keamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2013 tentang Penggalangan Intelijen Kepolisian Negara Republik Indonesia. [2] .   Edwar Lucas, : Snowden Operation : Rahasia dibalik bo...

Komitmen Anggota Intelijen

  Intelijen adalah profesi yang unik. Karakteristiknya pun berbeda dengan pegawai negeri lainnya. Bahkan, masyarakat menandai profesi intelijen sebagai profesi yang misterius. Rahasia, tertutup, anonim, militan, adalah ciri-ciri yang melekat pada profesi intelijen. Belum lagi, profesi ini juga mensyaratkan kecerdasan Sebab, intelijen juga berarti intelegensia. Artikulasi keunikan profesi intelijen menjadi lebih jelas manakala dilekatkan pada risiko berat dari profesi ini. Tidak berlebihan, aktivitas intelijen, khususnya di daerah “lawan” mempertaruhkan jiwa raga aparaturnya. Sebagai ilustrasi, adanya kasus-kasus hilang atau tewasnya anggota intelijen dalam rangka melindungi kepentingan umum yang lebih besar. Biasa pula terjadi, bila ada anggota intelijen yang tewas dalam rangka penugasan yang memerlukan kerahasiaan penuh, maka bisa saja kematiannya dirahasiakan masyarakat umum, atau bahkan kepada keluarganya sendiri. Dari sisi yang lain, bagaimanapun anggota intelijen adala...

KOMUNIKASI INTELIJEN

  Memang agak sulit mencari referensi untuk memperkuat studi mengenai intelijen di Indonesia, walaupun tugas arau kerja intelijen di negare ini tidak sedikit. Istilah yang sering kita dengar seperti communication undercover, belum banyak dikenal dan digunakan. Meskipun demikian, orang cepat memahami dan menangkap makna dari istilah tersebut. Komunikasi intelijen adalah segala kegiatan komunikasi yang dilakukan lembaga atau institusi, baik pemerintah maupun swasTa, yang berusaha memperoleh informasi secara rahasia untuk kepentingan institusi atau organisasinya demi mengamankan kepentingan lembaganya masing-masing. Communication undercover banyak ragamnya, baik untuk keamanan negara, politik, ekonomi, bisnis maupun budaya. Oleh karena itu, studi mengenai intelijen merupakan studi yang terus berkembang. Studi ini dapat dilihat dari berbagai perspektif, misalnya dari perspektif pertahanan negara atau ilmu sosial, seperti ilmu hubungan internasional, studi hubungan antarnegara, bahka...

Roda Perputaran Intelijen

  Komitmen Anggota Intelijen   Roda Perputaran Intelijen (RPI) atau juga disebut daur intelijen   atau the intilligence cycle, adalah suatu proses pengembangan informasi dasar menjadi produk intelijen bagi pengguna ( user ) dalam pengembalian keputusan atau tindakan. Empat tahap kegiatan RPI adalah proses pengolahan ( processing ), penggunaan dan distribusi ( distribution ). Proses intelijen dapat dijelaskan sebagai berikut :   1.              Perencanaan dan pengarahan , adalah suatu manajemen dalam rangka mengidentifikasi data hingga menyajikan suatu produk intelijen kepada pengguna ( user ). Tahap ini merupakan awal sekaligus akhir dari RPI, dalam arti awal dirumuskannya pengumpulan bahan keterangan, atau kebutuhan Unsur-unsur Utama Keterangan atau Essential Element Intelligence (UUK/ BEI), dan akhir dari rangkaian kegiatan RPI. Proses keseluruhan sangat bergantung pada perencanaan/pengarahan pi...

Sistem Kerja Badan Intelijen Keamanan

  Berdasarkan kebijakan organisasi, Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) diatur dalam UU Polri No. 2/2002 dan diperkuat dengan Keppres No. 70/2002 tentang Organisasi dan Tara Cara Kerja Polri yang secara khusus tertuang dalam Keputusan Kapolri No. 53/X/2002 tertanggal 17 Oktober 2002. Sementara itu dalam sejumlah peraturan lainnya pun dijelaskan tentang tugas intelijen Polri yang terdapat dalam satuan-satuan tugasnya. Jika diamati baik Keppres maupun Keputusan Kapolri, di sana dijelaskan bahwa Baintelkam merupakan unsur pelaksana utama tingkat pusat dalam bidang intelijen keamanan yang berkedudukan langsung di bawah Kapolri. Dilihat dari fungsinya, Baintelkam bertugas membina dan menyelenggarakan kegiatan intelijen dalam bidang keamanan, baik untuk kepentingan pelaksanaan tugas operasional dan manajemen Polri, maupun untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dalam rangka mewujudkan keamanan dalam negeri. Sementara itu fungsi Intelkam Polri dapat dipahami melalui d...